Private Sub Command1_Click()
If Text1.Text = "Admin" And Text2.Text = "admin" Then
MsgBox "Halo...!!!", vbInformation, "Login"
Unload Me
Form2.Show
End If
End Sub
Private Sub Command1_Click()
Adodc1.Recordset.AddNew
Adodc1.Recordset!Kode_Matkul = Text1.Text
Adodc1.Recordset!Matkul = Text2.Text
Adodc1.Recordset!Dosen = Text3.Text
Text1.Text = " "
Text2.Text = " "
Text3.Text = " "
End Sub
Private Sub Command2_Click()
A = MsgBox("Data yang dipilih akan dihapus, Yakin?", vbYesNo, "Peringatan")
If A = vbYes Then
Adodc1.Recordset.Delete
End If
End Sub
Selasa, 03 Mei 2016
Daily Activities
I'll
tell you about my daily life. First, I get up early and get ready for the
morning prayers. After the prayer I rushed to ready showered and goes to campus.
Before heading off to college I wanted to have breakfast first. Having had my
breakfast ready to go to college. After arriving at the campus I immediately
rushed to class if no course, if no I did not go to class. When it breaks me
and my friends went straight to the restaurant for lunch. Having had lunch, I
and my friends wanted to go to the mosque to perform midday prayers together.
After midday prayers've done together, me and my friends wanted to go back to
class.
Then after the course
finished I and my friends to comes home because there is no more remaining
subjects. Then after arriving home I hurried to approach a parent to give a
greeting. After giving greetings to my parents rushed to play ball on the
ground with my friend. Instantly I was getting dark and my friends house I
stopped to play ball. Then I returned home.
Once you arrive at home, I
rushed to take a shower and then perform maghrib prayer. After finishing the
maghrib prayer, my family and want a rushed dinner. Once finished dinner, then
I want to watchs tv in the room. Almost every night I often watchs TV to see
the show. Then almost was late I rushed to sleep. Before going to bed I did not
forget to charge the phone battery. After that I just go to sleep.
Kata - Kata Mutiara
Jangan memohon pada Tuhan tuk meringankan cobaan yang ada, berdoalah pada Tuhan tuk memberikanmu kekuatan tuk dapat melaluinya.
Hidup tak selalu seperti yang kamu mau. Hal baik dan buruk terjadi selalu, namun semua itu telah diatur Tuhan, dengan akhir yang indah.
Jangan terlalu pikirkan sendirimu, karena ada seseorang di luar sana yang sedang bertanya-tanya seperti apa rasanya bertemu denganmu.
Jangan tangisi mereka yang meninggalkanmu demi orang lain. Jika mereka cukup bodoh melepasmu, kamu harus cukup pintar melupakannya.
Setiap orang punya masalah. Lebih baik mencari solusi masalahmu dari pada membandingkan masalahmu dengan orang lain.
Kadang kamu bertemu seseorang yang sangat berarti dalam hidupmu hanya tuk menyadari pada akhirnya kamu harus melepaskannya.
Pikirkan apapun yang akan kamu ucapkan. Karena setiap ucapan yang keluar dari mulutmu, tak akan bisa kamu tarik kembali.
Cintai apapun yang ada didunia dengan sewajarnya. Karena apapun yang ada di dunia tak ada yang abadi.
Belajar memahami bahwa tak semua keinginan bisa terpenuhi, barangkali obat terbaik tuk mencegah kecewa dan sakit hati.
Jangan pernah menyepelekan apapun yang telah kamu miliki, karena mungkin yang kamu miliki itu sangat diinginkan oleh orang lain.
Selalu lakukan kebaikan dengan cara terbaik. Karena dengan cara itulah kedamaian akan tercipta.
Ikhlas menerima kesalahan, dan belajar dar setiap kesalahan, karena itu yang akan menjadikanmu kuat dalam menjalani kehidupan.
Lakukan apapun dengan tepat, bukan hanya cepat. Keberhasilan tak bisa dihalangi jika yang kamu lakukan telah tepat.
Hidup tak pernah lepas dari masalah, karena masalah adalah salah satu cara Tuhan menjadikanmu pribadi yg lebih kuat dan dewasa.
Tak ada kata terlambat tuk berubah. Masa lalu hanyalah pendewasaan dirimu. Hidupmu tak ditentukan oleh orang lain tapi kamu!
Ketika kamu jatuh, jangan tetap di bawah. Jatuh bukan berarti kalah, itu hanya berarti kamu harus bangkit dan kembali mencoba.
Jangan salahkan dirimu atas keputusan yg salah. Setiap orang membuatnya. Jadikan mereka pelajaran tuk keputusanmu selanjutnya.
Didalam banyak bicara pasti ada pelanggaran, tetapi siapa yg menahan bibirnya, berakal budi.
Menertawakan masalah org lain itu mudah. Menertawakan masalah diri sendiri? Hanya org hebat yg bisa.
Jika kamu membiarkan rasa takut tumbuh lebih besar dari imanmu, maka kamu menghalangi impianmu menjadi kenyataan.
Tak perlu iri pada orang lain. Lihat apa yang kamu miliki sekarang, pikirkan apa yang telah dilakukan tuk dapatkannya. Bersyukurlah.
Hanya karena orang lain berbuat tidak baik kepada kita, bukan berarti kita harus membalasnya dengan cara yang sama.
Membenci hanya merugikan dirimu sendiri, karena sebagian besar orang yg kamu benci tak akan peduli dengan kebencianmu.
Untuk setiap manusia di dunia ini, Tuhan telah memberikan sesuatu yang mulia dan baik ke dalam hatinya. Selalu jaga hatimu.
Puisi Cinta Anak Teknik Informatika
Kamu datang
disaat aku sedang Shut Down, Hybernate dan Standby
Saat kubuka Windows kamarku di pagi hari, aku melihat Screensaver wajahmu di awan.
Wajahmu cantik,
bagaikan di edit dengan Photoshop, Photoscape atau aplikasi grafis lainnya
Tak pernah mataku buffer memandangmu…
kulitmu Lembut bagaikan kulit Apple
terus menari di Opera dalam pikiranku..
Kamulah My Dreamweaver ku
Kamulah Oracle…
Kamu selalu Online di hatiku saat yang lain offline.
Saat baru Booting ku selalu mendoakanmu.
Saat kubuka Windows kamarku di pagi hari, aku melihat Screensaver wajahmu di awan.
Wajahmu cantik,
bagaikan di edit dengan Photoshop, Photoscape atau aplikasi grafis lainnya
Tak pernah mataku buffer memandangmu…
kulitmu Lembut bagaikan kulit Apple
terus menari di Opera dalam pikiranku..
Kamulah My Dreamweaver ku
Kamulah Oracle…
Kamu selalu Online di hatiku saat yang lain offline.
Saat baru Booting ku selalu mendoakanmu.
Aku adalah Spyware mu
Aku mencari tahu Favorites dan History mu
Aku melakukkan checkdisk dan diskclean up untukmu…
Kadang RAM-ku tak cukup kuat memikirkanmu,
kadang kau membuatku hang dan crashed,
Hardware ku selalu panas…
Kau adalah virus firstlove.exe yang menyerang ke seluruh tubuhku
Avira,AVG, Smadav ataupun antivirus terhebat sekalpun pun tak bisa me remove mu…
Kadang ku mau Format, bahkan install ulang diriku
agar aku bisa me remove mu dari hardisk ku
karena ku tak bisa uninstall ataupun delete kau.
karena kau sudah di Write-Protected di hatiku…
Dan data datamu sudah aku Back-up di otakku..
Maaf selama ini aku tak bisa directX mengungkapkan perasaanku padamu
aku tak bisa command prompt diriku..
sebagai gantinya, selama ini aku hanya mengirim spam saja padamu
atau hanya sinyal lewat wireless..
karena jadwal maintenance ku.
Aku tak bisa menekan CTRL+alt+Delete…
Karena Task manager has been disabled by administrator
Tapi kenapa jika kita bertemu aku selalu Not Responding…
Dengan melihatmu pikiranku langsung Ubuntu…
Padahal bahasa pemrograman kita sama,
Bahasa Java…
Tolong jangan Close this Program
Karena if you close this program you might lose information
Aku mohon Wait until this Program Responding.
Allow access this Program
Atau Turn off Firewall mu.
Hatiku ini Open Sources…
Aku ingin Upload hatiku untukmu dan Download hatimu untukku
Aku yakin suatu saat nanti kita akan menjadi suatu Embedded System..
Dan kita bisa Plug and Play…
Aku berjanji tak akan mempartisi Disk ku untuk yang lain.
Aku ingin diriku ini kau Bookmark
Dan kau jadikan My Favorites…
Di Server ini…
Aku mencari tahu Favorites dan History mu
Aku melakukkan checkdisk dan diskclean up untukmu…
Kadang RAM-ku tak cukup kuat memikirkanmu,
kadang kau membuatku hang dan crashed,
Hardware ku selalu panas…
Kau adalah virus firstlove.exe yang menyerang ke seluruh tubuhku
Avira,AVG, Smadav ataupun antivirus terhebat sekalpun pun tak bisa me remove mu…
Kadang ku mau Format, bahkan install ulang diriku
agar aku bisa me remove mu dari hardisk ku
karena ku tak bisa uninstall ataupun delete kau.
karena kau sudah di Write-Protected di hatiku…
Dan data datamu sudah aku Back-up di otakku..
Maaf selama ini aku tak bisa directX mengungkapkan perasaanku padamu
aku tak bisa command prompt diriku..
sebagai gantinya, selama ini aku hanya mengirim spam saja padamu
atau hanya sinyal lewat wireless..
karena jadwal maintenance ku.
Aku tak bisa menekan CTRL+alt+Delete…
Karena Task manager has been disabled by administrator
Tapi kenapa jika kita bertemu aku selalu Not Responding…
Dengan melihatmu pikiranku langsung Ubuntu…
Padahal bahasa pemrograman kita sama,
Bahasa Java…
Tolong jangan Close this Program
Karena if you close this program you might lose information
Aku mohon Wait until this Program Responding.
Allow access this Program
Atau Turn off Firewall mu.
Hatiku ini Open Sources…
Aku ingin Upload hatiku untukmu dan Download hatimu untukku
Aku yakin suatu saat nanti kita akan menjadi suatu Embedded System..
Dan kita bisa Plug and Play…
Aku berjanji tak akan mempartisi Disk ku untuk yang lain.
Aku ingin diriku ini kau Bookmark
Dan kau jadikan My Favorites…
Di Server ini…
Senin, 21 Maret 2016
MAKALAH ILMU BUDAYA DASAR
“MANUSIA DAN KEADILAN”
Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah
Ilmu Budaya Dasar
Kelompok : 3
Disusun oleh :
Eduardus Nico (52415107)
Farhan Hamdi Bahfen (52415503)
Muhammad Aldi Putra Pratama (54415485)
Muhammad Raihan Albab (54415726)
Oktaviani Ella Karlina (55415265)
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Sejarah telah mengungkapkan bahwa Pancasila adalah jiwa seluruh rakyat Indonesia, yang memberi kekuatan hidup kepada bangsa Indonesia serta membimbingnya dalam mengejar kehidupan lahir batin yang makin baik, di dalam masyarakat Indonesia yang adil dan makmur. Namun di Indonesia masih banyak sekali tindak ketidakadilan, baik dalam lingkup Pemerintahan, ataupun dalam masyarakat sekitar. Ini terjadi karena unsur kesengajaan atau pun tidak disengaja, yang menunjukan rendahnya kesadaran manusia akan suatu nilai keadilan. Ketidakadilan terjadi juga karena konsep keadilan yang tidak diterapkan secara benar, atau bisa dikatakan keadilan hanya milik orang kaya dan penguasa.
BAB II
ISI
A. Macam-Macam Keadilan
a) Keadilan Legal atau Keadilan Moral
Plato berpendapat bahwa keadilan dan hukum merupakan substansi rohani umum dari masyarakat yang membuat dan menjaga kesatuannya. Dalam suatu masyarakat yang adil setiap orang menjalankan pekerjaan yang menurut sifat dasarnya paling cocok baginya (Than man behind the gun). Pendapat Plato itu disebut keadilan moral, sedangkan Sunoto menyebutnya keadilan legal.
b) Keadilan Distributif
Aristoles berpendapat bahwa keadilan akan terlaksana bilamana hal-hal yang sama diperlakukan secara sama dan hal-hal yang tidak sama secara tidak sama (justice is done when equals are treated equally) Sebagai contoh: Ali bekerja 10 tahun dan budi bekerja 5 tahun. Pada waktu diberikan hadiah harus dibedakan antara Ali dan Budi, yaitu perbedaan sesuai dengan lamanya bekerja. Andaikata Ali menerima Rp.100.000,-maka Budi harus menerima Rp. 50.000,-. Akan tetapi bila besar hadiah Ali dan Budi sama, justru hal tersebut tidak adil.
c) Komutatif
Keadilan ini bertujuan memelihara ketertiban masyarakat dan kesejahteraan umum. Bagi Aristoteles pengertian keadilan itu merupakan asas pertalian dan ketertiban dalam masyarakat. Semua tindakan yang bercorak ujung ekstrim menjadikan ketidak adilan dan akan merusak atau bahkan menghancurkan pertalian dalam masyarakat.
Contoh :
Dr.Sukartono dipanggil seorang pasien, Yanti namanya, sebagai seorang dokter ia menjalankan tugasnya dengan baik. Sebaliknya Yanti menanggapi lebih baik lagi. Akibatnya, hubungan mereka berubah dari dokter dan pasien menjadi dua insan lain jenis saling mencintai. Bila dr. sukartono belum berkeluarga mungkin keadaan akan baik saja, ada keadilan komutatif. Akan tetapi karena dr. sukartono sudah berkeluarga, hubungan itu merusak situasi rumah tangga, bahkan akan menghancurkan rumah tangga. Karena Dr.Sukartono melalaikan kewajibannya sebagai suami, sedangkan Yanti merusak rumah tangga Dr.Sukartono.
B. Keadilan Sosial
Dengan sila keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, manusia Indonesia menyadari hak dan kewajiban yang sama untuk menciptakan keadilan sosial dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Dalam rangka ini dikembangkan perbuatannya yang luhur yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan gotong royong.Untuk itu dikembangkan sikap adil terhadap sesama, menjaga kesinambungan antara hak dan kewajiban serta menghormati hak-hak orang lain.
Nilai yang terkandung dalam sila keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia didasari dan dijiwai oleh sila Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab , Persatuan Indonesia, serta Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan atau Perwakilan. Dalam sila ke – 5 tersebut terkandung nilai- nilai yang merupakan tujuan Negara sebagai tujuan dalam hidup bersama. Keadilan tersebut didasari dan dijiwai oleh hakikat keadilan manusia yaitu keadilan dalam hubungan manusia dengan dirinya sendiri, manusia dengan manusia lain , manusia dengan masyarakat, bangsa dan negaranya serta hubungan manusia dengan Tuhannya.
Keadilan sosial bukan sekedar berbicara tentang keadilan dalam arti tegaknya peraturan perundang-undangan atau hukum, tetapi berbicara lebih luas tentang hak warga negara dalam sebuah negara. Keadilan sosial adalah keadaan dimana kekayaan dan sumber daya suatu negara di distribusikan secara adil kepada seluruh rakyat. Dalam konsep ini terkadung pengertian bahwa pemerintah dibentuk oleh rakyat untuk melayani kebutuhan seluruh rakyat, dan pemerintah yang tidak memenuhi kesejahteraan warga negaranya adalah pemerintah yang gagal dan tidak adil.
Dari perspektif keadilan sosial, keadilan hukum belum tentu adil. Misalnya menurut hukum setiap orang adalah sama, tetapi jika tidak ada keadilan sosial maka ketentuan ini bisa menimbulkan ketidakadilan. Misalnya, karena asas persamaan setiap warganegara setiap orang mendapatkan pelayanan listrik dengan harga yang sama. Tetapi karena adanya sistem kelas dalam masyarakat, orang kaya yang lebih bisa menikmatinya karena ia punya uang yang cukup untuk membayar, sedangkan orang miskin tidak atau sedikit sekali menikmatinya.
1.) Perbuatan yang luhur mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan
2.) Sikap adil terhadap sesama, menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban serta menghormati hak-hak orang lain.
3.) Sikap suka memberi pertolongan kepada orang yang memerlukan
4.) Sikap suka bekerja keras
5.) Tidak melakukan perbuatan yang merugikan kepentingan orang lain
6.) Bersama-sama mewujudkan kemajuan yang merata dan berkeadilan sosial
7.) Sikap menghargai hasil karya orang lain yang bermamfaat untuk mencapai kemajuan dan kesehjatraan bersama
D. Hal-hal yang perlu diperhatikan agar terciptanya Keadilan Sosial
1.) Pemerataan pemenuhan kebutuhan pokok rakyat banyak khusus nya pangan , sandang dan papan
2.) Pemerataan memperoleh pendidikan dan pelayanan kesehatan
3.) Pemerataan pembagian pendapatan
4.) Pemerataan kesempatan kerja
5.) Pemerataan kesempatan berusaha
6.) Pemerataan kesempatan berpatisipasi dalam pembangunan khusunya bagi generasi muda dan kaum wanita
7.) Pemerataan penyebaran pembangunan di seluruh wilayah tanah air
8.) Pemerataan kesempatan memperoleh keadilan
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Pancasila adalah pandangan hidup bangsa dan dasar negara Republik Indonesia. Pancasila juga merupakan sumber kejiwaan masyarakat dan negara Republik Indonesia. Maka manusia Indonesia menjadikan pengamalan Pancasila sebagai perjuangan utama dalam kehidupan kemasyarakatan dan kehidupan kenegaraan. Oleh karena itu pengalamannya harus dimulai dari setiap warga negara Indonesia, setiap penyelenggara negara yang secara meluas akan berkembang menjadi pengalaman Pancasila oleh setiap lembaga kenegaraan dan lembaga kemasyarakatan, baik dipusat maupun di daerah.
Keadilan itu adalah pengakuan dan pelakuan yang seimbang antara hak-hak dan kewajiban. Keadilan terletak pada keharmonisan menuntut hak dan menjalankan kewajiban. Atau dalam kata laen, keadilah adalah keadaan jiwa setiap orang memperoleh apa yang menjadi haknya dan setiap orang memperoleh bagian yang sama dari kekayaan bersama.
B. Saran
Kita sebagai warga negara indonesia yang menjadikan Pancasila sebagai dasar negara, harus lebih mengamalkan pancasila dalam kehidupan sehari hari, terutama dalam masalah keadilan sosial. Kita juga harus menghargai hak-hak milik orang lain.
SUMBER :
- Prof. Abdulkadir Muhammad, S.H., 2011. Ilmu Sosial Dasar Umum. Bandung: Citra Aditya Bakti
- Widyo Nugroho dan Achmad muchji. 1994. Seri diktat kuliah Ilmu Budaya Dasar. Jakarta: Gunadarma.
- Buku MKDU Ilmu Budaya Dasar Oleh : Widyo Nugroho, Achmad Muchji Penerbit Gunadarma
Senin, 04 Januari 2016
Perbedaan antara Masyarakat Perkotaan dan Masyarakat Pedesaan
1. Latar Belakang
Masyarakat (yang diterjemahkan dari istilah society) adalah
sekelompok orang yang membentuk sebuah sistem semi tertutup atau
sebaliknya, dimana kebanyakan interaksi adalah antara individu-individu
yang terdapat dalam kelompok tersebut. Kata "masyarakat" berakar dari
bahasa Arab, masyarakah. Arti yang lebih luasnya, sebuah masyarakat
adalah suatu jaringan hubungan-hubungan antar entitas-entitas.
Masyarakat adalah sebuah kelompok atau komunitas yang interdependen atau
individu yang saling bergantung antara yang satu dengan lainnya. Pada
umumnya sebutan masyarakat dipakai untuk mengacu sekelompok individu
yang hidup bersama dalam satu komunitas yang teratur.
Pada kesempatan ini kita akan membahas tentang perbedaan antara Masyarakat Kota dan Masyarakat Pedesaan.
2. Analisa
A. Masyarakat Pedesaan
Secara awam masyarakat desa sering diartikan sebagai
masyarakat tradisional dari masyarakat primitif (sederhana). Namun
pandangan tersebut sebetulnya kurang tepat, karena masyarakat desa
adalah masyarakat yang tinggal di suatu kawasan, wilayah, teritorial
tertentu yang disebut desa. Sedangkan masyarakat tradisional adalah
masyarakat. yang penguasaan ipteknya rendah sehingga hidupnya masih
sederhana dan belum kompleks. Memang tidak dapat dipungkiri masyarakat
desa di negara sedang berkembang seperti Indonesia, ukurannya terdapat
pada masyarakat desa yaitu bersifat tradisional dan hidupnya masih
sederhana, karena desa-desa di Indonesia pada umumnya jauh dari pengaruh
budaya asing/luar yang dapat mempengaruhi perubahan-perubahan pola
hidupnya.
Adapun ciri-ciri masyarakat desa antara lain :
- Anggota komunitas kecil.
- Hubungan antar individu bersifat kekeluargaan.
- Sistem kepemimpinan informal.
- Ketergantungan terhadap alam tinggi.
- Religius magis artinya sangat baik menjaga lingkungan dan menjaga jarak dengan penciptanya, cara yang ditempuh antara lain melaksanakan ritual pada masa-masa yang dianggap penting, misalnya saat kelahiran, khitanan, kematian, syukuran pada masa panen, bersih desa, dan sebagainya.
- Rasa solidaritas dan gotong royong tinggi.
- Kontrol sosial antara warga kuat.
- Hubungan antara pemimpin dengan warganya bersifat informal.
- Pembagian kerja tidak tegas, karena belum terjadi spesialisasi pekerjaan.
- Patuh terhadap nilai-nilai dan norma yang berlaku di desanya (tradisi).
- Tingkat mobilitas sosialnya rendah.
- Penghidupan utama adalah petani.
B. Masyarakat Perkotaan
Membahas masyarakat perkotaan sebetulnya tidak dapat
dipisahkan dengan masyarakat desa karena antara desa dengan kota ada
hubungan konsentrasi penduduk dengan gejala-gejala sosial yang dinamakan
urbanisasi, yaitu perpindahan penduduk dari desa ke kota. Masyarakat
perkotaan merupakan masyarakat urban dari berbagai asal/desa yang
bersifat heterogen dan majemuk karena terdiri dari berbagai jenis
pekerjaan/keahlian dan datang dari berbagai ras, etnis, dan agama.
Mereka datang ke kota dengan berbagai kepentingan dan
melihat kota sebagai tempat yang memiliki stimulus (rangsangan) untuk
mewujudkan keinginan. Maka tidaklah aneh apabila kehidupan di kota
diwarnai oleh sikap yang individualistis karena mereka memiliki
kepentingan yang beragam. Lahan pemukiman di kota relatif sempit
dibandingkan di desa karena jumlah penduduknya yang relatif besar maka
mata pencaharian yang cocok adalah di sektor formal seperti pegawai
negeri, pegawai swasta dan di sektor non-formal seperti pedagang, bidang
jasa dan sebagainya. Sektor pertanian kurang tepat dikerjakan di kota
karena luas lahan menjadi masalah apabila ada yang bertani maka
dilakukan secara hidroponik. Kondisi kota membentuk pola perilaku yang
berbeda dengan di desa, yaitu serba praktis dan realistis.
Ciri-ciri masyarakat kota (urban) antara lain :
- Kehidupan keagamaan berkurang, karena cara berpikir yang rasional dan cenderung sekuler.
- Sikap mandiri yang kuat dan tidak terlalu tergantung pada orang lain sehingga cenderung individualistis.
- Pembagian kerja sangat jelas dan tegas berdasarkan tingkat kemampuan/ keahlian.
- Hubungan antar individu bersifat formal dan interaksi antar warga berdasarkan kepentingan.
- Sangat menghargai waktu sehingga perlu adanya perencanaan yang matang.
- Masyarakat cenderung terbuka terhadap perubahan didaerah tertentu (slum).
- Tingkat pertumbuhan penduduknya sangat tinggi.
- Kontrol sosial antar warga relatif rendah.
- Kehidupan bersifat non agraris dan menuju kepada spesialisasi keterampilan.
- Mobilitas sosialnya sangat tinggi karena penduduknya bersifat dinamis, memanfaatkan waktu dan kesempatan, kreatif, dan inovatif.
C. Perbedaan Dari Berbagai Segi
1. Segi Agama
Masyarakat pedesaan dikenal sangat religious.
Artinya, dalam keseharian mereka taat menjalankan ibadah agamanya.
Secara kolektif, mereka juga mengaktualisasi diri ke dalam kegiatan
budaya yang bernuansa keagamaan. Misalnya tahlilan, rajaban, jumat
kliwon, dan lain-lain.
Sedangkan Kehidupan keagamaan di kota berkurang,
kadangkala tidak terlalu dipikirkan karena memang kehidupan yang
cenderung kearah keduniaan saja.
2. Segi Sosial
Masyarakat desa sangat mengutamakan social life
nya. Mereka bergotong royong melakukan hal tanpa ada unsur uang/materi.
Namun karena masyarakat kota yang syarat akan materi jadi segala sesuatu
yang dilakukan atas dasar materi untuk kepentingan diri sendiri.
3. Segi Lingkungan Alam
Masyarakat pedesaan berhubungan kuat dengan
alam, disebabkan oleh lokasi geografinya di daerah desa. Penduduk yang
tinggal di desa akan banyak ditentukan oleh kepercayaan-kepercayaan dan
hukum-hukum alam, seperti dalam pola berpikir dan falsafah hidupnya.
Berbeda dengan penduduk yang tinggal di kota, yang kehidupannya “bebas”
dari realitas alam.
4. Segi Pekerjaan
Pada umumnya atau kebanyakan mata pencaharian
daerah pedesaan adalah bertani dan berdagang sebagai pekerjaan sekunder.
Namun di masyarakat perkotaan, mata pencaharian cenderung menjadi
terspesialisasi, dan spesialisasi itu sendiri dapat dikembangkan.
5. Segi Kepadatan Penduduk
Penduduk desa kepadatannya lebih rendah bila
dibandingkan dengan kepadatan penduduk kota. Kepadatan penduduk suatu
komunitas kenaikannya berhubungan dengan klasifikasi dari kota itu
sendiri.
6, Segi Homogenitas dan Heterogenitas
Homogenitas atau persamaan dalam ciri-ciri
sosial dan psikologis, bahasa, kepercayaan, adat-istiadat, dan perilaku
sering nampak pada masyarakat pedesaan bila dibandingkan dengan
masyarakat perkotaan. Di kota sebaliknya, penduduk heterogen terdiri
dari orang-orang dengan macam-macam sub-kultur dan kesenangan,
kebudayaan, dan mata pencaharian.
Untuk lebih jelasnya dan memudahkan memahami tentang perbedaan masyarkat
desa dan masyarakat kota ini dapat kita lihat dalam tabel dibawah ini :
TABEL PERBEDAAN MASYARAKAT PEDESAAN DAN MASYARAKAT PERKOTAAN
| |||
NO
|
ASPEK
|
MASYARAKAT PEDESAAN
|
MASYARAKAT PERKOTAAN
|
1.
|
Lingkungan dan orientasi terhadap alam
|
Kenyataan alam sangat menunjang kehidupan
|
Cenderung bebas dari kenyataan alam
|
2.
|
Pekerjaan/ mata pencaharian
|
Yang menonjol adalah bertani, nelayan, beternak
|
Beraneka ragam dan terspesialisasi
|
3.
|
Ukuran komunitas
|
Lebih kecil dengan tingkat kepadatan rendah
|
Lebih besar dan kompleks dengan tingkat kepadatan tinggi
|
4.
|
Homogenitas/ heterogenitas
|
Homogenitas dalam ciri-ciri sosial, kepercayaan, bahasa, adat istiadat.
|
Heterogenitas dalam ciri-ciri sosial, kebudayaan, pekerjaan, dll.
|
5.
|
Pelapisan sosial
|
Ukuran pada kepemilikan tanah, kepercayaan, bahasa, adat istiadat
|
Ukuran pada kekayaan materi, tingkat pendidikan, Kesenjangan sosial relatif besar.
|
6.
|
Mobilitas Sosial
|
Relatif kecil karena masyarakat homogen
|
Relatif besar karena masyarakat heterogen
|
7.
|
Interaksi Sosial
|
Bentuk umum adalah kerjasama konflik sedapat mungkin dihindari, cenderung bersifat informal
|
Bentuk umum adalah persaingan, karena motif ekonomi, cenderung bersifat formal.
|
8.
|
Pengawasan Sosial
|
Kualitas pribadi tentukan oleh kejujuran, kebangsawanan dan pengalaman
|
Kualitas pribadi lebih ditentukan oleh sistem hirarki dan birokrasi
|
9.
|
Pola Kepemimpinan
|
Kualitas pribadi ditentukan oleh kejujuran, kebangsawanan, dan pengalaman
|
Kualitas pribadi lebih ditentukan oleh sistem hirarki dan birokrasi
|
10.
|
Solidaritas Sosial
|
Solidaritas sangat tinggi tampak dalam gotong-royong, musyawarah dalam berbagai macam kegiatan
|
Solidaritas masih berorientasi pada kepentingan tertentu.
|
11.
|
Nilai dan sistem Nilai
|
Cenderung memegang teguh nilai agama, etika, dan moral
|
Cenderung berorientasi pada ekonomi dan pendidikan.
|
D. Aspek Positif dan Negatif
Aspek Positif :
- Penduduk desa kebanyakan beranggapan bahwa di kota banyak pekerjaan dan lebih mudah untuk mendapatkan penghasilan.
- Di kota lebih banyak kesempatan untuk mengembangkan usaha kerajinan rumah menjadi industri kerajinan.
- Pendidikan terutama pendidikan lanjutan, lebih banyak di kota dan lebih mudah didapat.
- Kota dianggap mempunyai tingkat kebudayaan yang lebih tinggi dan merupakan tempat pergaulan dengan segala macam kultur manusianya.
- Kota memberi kesempatan untuk menghindarkan diri dari kontrol sosial yang ketat atau untuk mengangkat diri dari posisi sosial yang rendah.
- Bertambahnya penduduk sehingga tidak seimbang dengan persediaan lahan pertanian.
- Terdesaknya kerajinan rumah di desa oleh produksi industri modern.
- Penduduk desa, terutama kaum muda, merasa tertekan oleh oleh adat istiadat yang ketat sehingga mengakibatkan suatu cara hidup yang monoton.
- Di desa tidak banyak kesempatan untuk menambah ilmu pengetahuan.
- Kegagalan panen yang disebabkan oleh berbagai hal, seperti banjir, serangan hama, kemarau panjang, dan sebagainya. Sehingga memaksa penduduk desa untuk mencari penghidupan lain di kota.
Masyarakat pedesaan adalah sekelompok orang yang mendiami suatu wilayah
dan mempunyai hubungan yang erat serta perasaan yang sama terhadap adat
kebiasaan yang ada dan menunjukkan adanya kekeluargaan, seperti gotong
royong dan tolong-menolong. Masyarakat pedesaan mencari mata pencaharian
dengan cara bertani di sawah atau di ladang, di desa belum mengenal
teknologi canggih yang telah ada di zaman modern.
Sedangkan masyarakat perkotaan merupakan suatu himpunan penduduk yang bertempat tinggal di dalam pusat kegiatan ekonomi, pemerintahan kesenian, ilmu pengetahuan dan sebagainya. Masyarakat kota mencari mata pencahariannya rata-rata menggunakan tekhnologi yang canggih, seperti menggunakan tenaga mesin, komputer dan lain-lain
Sedangkan masyarakat perkotaan merupakan suatu himpunan penduduk yang bertempat tinggal di dalam pusat kegiatan ekonomi, pemerintahan kesenian, ilmu pengetahuan dan sebagainya. Masyarakat kota mencari mata pencahariannya rata-rata menggunakan tekhnologi yang canggih, seperti menggunakan tenaga mesin, komputer dan lain-lain
4.Saran
Masyarakat
pedesaan merupakan wilayah yang masih agraris dan lingkungannya yang
masih alamiyah, oleh karena itu sebaiknya kealamian lingkungan tersebut
harus tetap terjaga sebab lingkungan yang masih alami memiliki udara
yang sejuk. Selain itu, masyarakat desa juga memiliki rasa persaudaraan
yang erat, sebaiknya penduduk desa selalu menjaga kerukunan bersama.
Masyarakat kota yang modern dengan berbagai alat tekhnologi yang canggih, alangkah baiknya jika memanfaatkan alat-alat tersebut dengan baik tanpa ada penyalahgunaan. Seperti penyalah gunaan pada internet, sehingga banyak terjadi suatu kejadian yang tidak diinginkan.
Sumber :
http://silentsirenkevin.blogspot.co.id/2015/11/perbedaan-antara-masyarakat-perkotaan.html
http://citrarhmdn.blogspot.co.id/2015/01/perbedaan-masyarakat-perkotaan-dan.html
Masyarakat kota yang modern dengan berbagai alat tekhnologi yang canggih, alangkah baiknya jika memanfaatkan alat-alat tersebut dengan baik tanpa ada penyalahgunaan. Seperti penyalah gunaan pada internet, sehingga banyak terjadi suatu kejadian yang tidak diinginkan.
Sumber :
http://silentsirenkevin.blogspot.co.id/2015/11/perbedaan-antara-masyarakat-perkotaan.html
http://citrarhmdn.blogspot.co.id/2015/01/perbedaan-masyarakat-perkotaan-dan.html
http://visiuniversal.blogspot.co.id/2014/12/pengertian-dan-perbedaan-masyarakat.html
http://kumpulantugassekolahnyarakabintang.blogspot.co.id/2014/11/perbedaan-masyarakat-desa-dan.html
http://gebbygebs15.blogspot.co.id/2015/01/masyarakat-di-kota-dan-di-desa.html
Minggu, 08 November 2015
Masalah yang Dihadapi Generasi Muda
1. Latar Belakang
Masalah yang dihadapi generasi muda sebenarnya tidak terpisah dari masalah secara umum yang berkembang ditengah-tengah masyarakat, karena pada hakekatnya generasi muda merupakan bagian yang tak terpisahkan dari masyarakat yang ditentukan oleh faktor dan keadaan yang ada pada generasi muda itu sendiri serta kondisi masyarakat yang bersangkutan.
Masalah-masalah yang dihadapi generasi
muda saat ini antara lain :
a.
Menurunnya
jiwa idealisme, patriotisme dan nasionalisme di kalangan masyarakat termasuk
generasi muda.
b.
Belum
seimbangnya jumlah generasi muda dengan fasilitas pendidikan dan pembinaan yang
tersedia, baik yang formal maupun non formal. Tingginya jumlah putus sekolah
yang diakibatkan oleh berbagai sebab yang bukan hanya merugikan generasi muda
itu sendiri, tapi juga merugikan seluruh bangsa.
c.
Masih
banyaknya perkawinan dibawah umur, terutama di kalangan masyarakat daerah
pedesaan.
d.
Pacaran
yang tidak sehat dan tidak mengikuti Norma Agama dan Adat Istiadat yang ada.
e.
Perbedaan
pandangan dan sistem nilai antara generasi muda dan generasi sebelumnya
f.
Meningkatnya
kenakalan remaja termasuk penyalahgunaan narkotika.
g.
Penggunaan
tenaga kerja dibawah umur.
Dari masalah-masalah tersebut diatas
mempunyai kaitan sangat erat dengan permasalahan menyiapkan generasi muda untuk
mendukung dan mengisi kemerdekaan Republik Indonesia.
Generasi muda sering merasa mempunyai
skala nilai tersendiri dan merasa mampu memandang persoalan dari berbagai segi,
namun hal ini tidak berarti generasi muda sudah memiliki pegangan sikap yang
jelas, sebaliknya khususnya dalam masa remajanya generasi muda masih dalam
kondisi sangat labil. Sehingga tidak jarang generasi muda merasa bingung dalam
menghadapi gejala-gejala pertumbuhan fisik maupun biologis. Gejala tersebut
menjadi semakin rawan dalam menghadapi transisi nilai sosio budaya yang melanda
masyarakat sebagai akibat pengaruh globalisasi.
Laju perkembangan dan modernisasi
serta derasnya arus komunikasi masa berupa kemudahan-kemudahan dalam kontrak
antar suku dan bangsa telah menggoyahkan tata nilai dan norma-norma. Dalam
keadaan demikian generasi muda cenderung melupakan nilai-nilai tradisional yang
sering disamakan dengan kekolotan dan lebih mudah terpengaruh oleh
budaya-budaya barat.
Meskipun selama ini telah dilakukan
berbagai upaya serta telah dibuat berbagai pola pembinaan generasi muda yang sifatnya
umum dan seragam, namun dalam era penerapan dan pendekatannya perlu
diperhatikan, bahwa generasi muda tidak merupakan suatu kelompok yang homogen,
tetapi berasal dari masyarakat Indonesia yang sifatnya pluralistis. Hal
tersebut banyak dipengaruhi beberapa faktor yang meliputi :
a.
Perbedaan
latar belakang keagamaan, kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa dan kebudayaan
b.
Perbedaan
masyarakat kota dan desa
c.
Perbedaan
strata kehidupan sosial ekonomi
d.
Perbedaan
tingkat pendidikan keilmuan dan keterampilan.
Berdasarkan dari permasalahan yang
dihadapi oleh generasi muda dan permasalahan pada pembangunan Negara Kesatuan
Republik Indonesia, maka perhatian kita selanjutnya tertuju pada sosok generasi
yang diharapkan dapat mendukung pembangunan.
Generasi muda sebagai sumber daya
manusia adalah keberhasilan pembangunan bangsa. Kita bisa menyimak keberhasilan
negara-negara maju seperti Amerika, Jerman dan Jepang dimana kemajuannya banyak
ditentukan oleh mutu sumber daya manusianya. Sumber daya manusia bermutu yang mampu
memajukan negaranya adalah manusia yang berpendidikan, berketerampilan tinggi
dan menguasai Iptek. Dengan demikian pendidikan merupakan kebutuhan mendasar
dalam upaya peningkatan mutu sumber daya manusia.
Generasi muda yang diharapkan dalam
pembangunan dewasa ini sangatlah penting sebagai generasi penerus bangsa dalam mengisi
pembangunan dan kemerdekaan, dengan jalan mengembangkan bakat dan minat serta
karakter generasi muda untuk mendukung terwujudnya Negeri Maritim Nusantara.
Negeri Indonesia tercinta.
2. Analisa
A. Masalah Generasi Muda
Masa muda yang dalam pencarian jati diri dalam hidupnya,
di samping masa penuh problematika juga dikatakan masa remaja adalah masa yang
paling indah dan penuh kenang-kenangan yang tak terlupakan, masa transisi
inilah perlu adanya bimbingan dari siapapun, baik dari orang tua atau orang
yang lebih dewasa darinya sehingga mereka dapat lebih terarah dalam menjalani
hidup ini. Masa muda memang dapat dikatakan masa yang sulit, karena seorang
remaja akan menghadapi kesulitan dengan dirinya sendiri, dengan orang tuanya,
dengan teman-temannya, dengan lawan jenisnya, dengan sekolahnya serta dengan
masyarakat sekitarnya. Pada masa ini memang berada dalam kondisi yang tidak
stabil, senantiasa berubah mengukur segala sesuatu dengan ukurannya sendiri,
kadang dalam mengambil keputusan tidak logis dan umumnya mempunyai perangai
berontak. Menurut seorang tokoh psikologi remaja yakni James E.Gardner, masa
remaja adalah masa yang penting, mereka merupakan suatu masa perubahan yang
begitu mendadak dari masa kanak-kanak ke masa dewasa, mereka harus dianggap
sebagai tahun-tahun kritis.Pendapat ini kalau kita sesuaikan dengan ciri-ciri
yang dimiliki generasi muda atau remaja pada bahasan di atas memang benar,
karena perkembangan dari segala sesuatu akan menimbulkan ciri-ciri tertentu,
begitu juga dengan generasi muda.
B. Potensi Generasi Muda
POTENSI - POTENSI GENERASI MUDA
Potensi-potensi yang terdapat pada generasi muda yang perlu dikembangkan adalah sebagai berikut :
Idealisme dan Daya Kritis
Secara
sosiologis generasi muda belum mapan dalam tatanan yang ada, sehingga
ia dapat melihat kekurangan dalam tatanan dan secara wajar mampu mencari
gagasan baru. yang
Dinamika dan Kreativitas
Adanya
idealisme pada generasi muda, menyebabkan mereka memiliki potensi
kedinamisan dan kreativitas, yakni kemampaun dan kesediaan untuk
mengadakan perubahan, pembaharuan,
Keberanian Mengambil Resiko
Perubahan
dan pembaharuan termasuk pembangunan, mengandung resiko dapat meleset,
terhambat atau gagal. Namun, mengambil resiko itu diperlukan jika ingin
memperoleh kemajuan.
Optimis dan Kegairahan Semangat
Kegagalan tidak menyebabkan generasi muda patah semangat. Optimisme dan
kegairahan semangat yang dimiliki generasi muda merupakan daya
pendorong untuk mencoba lebih maju lagi.
Sikap Kemandirian dan Disiplin Murni Generasi muda memiliki keinginan untuk selalu mandiri dalam sikap dan tindakannya.
Terdidik
Walaupun
dengan memperhitungkan faktor putus sekolah, secara menyeluruh baik
dalam arti kualitatif maupun dalam arti kuantitatif.
Keanekaragaman dalam Persatuan dan Kesatuan.
Keanekaragaman generasi muda merupakan cermin dari keanekaragaman
masyarakat kita. Keanekaragaman tersebut dapat menjadi hambatan jika
dihayati secara sempit dan eksklusif.
Patriotisme dan Nasionalisme
Pemupukan
rasa kebanggaan, kecintaan, dan turut serta memiliki bangsa dan negara
dikalangan generasi muda perlu digalakkan karena pada gilirannya akan
mempertebal semangat pengabdian dan kesiapan mereka untuk membela dan
mempertahankan NKRI.
C. Peranan Generasi Muda
Masa
depan suatu bangsa terletak pada generasi mudanya sebab merekalah yang
menggantikan generasi sebelumnya dalam memimpin bangsa oleh karena itu
generasi muda perlu diberi bekal berupa ilmu pengetahuan sesuai dengan
tuntunan zaman. Salah satu cara dalam memperoleh bekal pengetahuan
tersebut dapat melalui pendidikan baik formal maupun nonformal baik itu
pendidikan dasar maupun pendidikan tinggi.
Hal-hal
yang menghambat kemajuan harus diganti dengan hal-hal baru sesuai
dengan tuntunan dan perkembangan masyarakat. Oleh karena itu dalam
mengadakan perubahan hendaknya memperhatikan situasi dan kondisi mereka
berada.
Pembagunan
yang kita laksanakan itu jelas merupakan rangkaian gerakan perubahan
menuju kemajuan. Dalam beberapa hal, perubahan itu merupakan perombakan
yang sangat mendasar. Perubahan atau kemajuan dalam pembangunan bukan
hanya perubahan fisik saja tetapi membawa serta perubahan sosial.
Perubahan sosial itu mengandung kekuatan dinamika karena mnyangkut tata
nilai, sikap dan tingkah laku. Dengan kata lain pembangunan memerlukan
pembaruan.
Pembangunan
tidak akan berjalan lancar jika manusia tidak giat bekerja oleh karena
itu pembangunan adalah penggantian yang lama dengan yang baru, yang
telah diperhitungkan oleh keadaan sekitarnya, maka mahasiswa
berkewajiban untuk ikut serta dalam derap pembangunan. Disamping itu
mahasiswa bertugas sebagai pelopor pembangunan sehingga perlu difikirkan
kesesuaian macam pembaruan dengan lingkungan masyarakat sekitarnya.
Meskipun hal-hal baru itu tidak selalu membawa kebahagiaan kepada
masyarakat, bahkan kadang-kadang dapat menjerumuskan masyarakat
ketingkat kehidupan yang kurang baik. Oleh karena itu mahasiswa yang
telah dibekali ilmu pengetahuan tang tinggi hendaknya dapat memilih
mana-mana yang perlu diubah dan tidak perlu diubah disamping itu perlu
dipikirkan keikutsertaan masyarakat dalam pembaharuan tersebut. Dengan demikian, hasilnya akan seperti yang diharapkan.
Masalah generasi muda dalam masyarakat erat kaitannya dengan sosialisasi
dan modernisasi. Sosialisasi adalah proses penanaman nilai dan aturan
dari satu generasi ke generasi lainnya dalam sebuah masyarakat.
Berdasarkan jenisnya sosialisasi dibagi menjadi dua yaitu sosialisasi
primer dan sekunder. Sedangkan modernisasi yaitu proses menuju
masyarakat yang modern, modernisasi dapt pula berarti perubahan dari
masyarakat tradisional menuju masyarakat yang modern. Adapun proses
sosialisasi yang keliru dapat menyebabkan penyimpangan.
Faktor penyebab penyimpangan yaitu:
1. Tidak adanya nilai dan norma
ukuran
perilaku menyimpang bukan pada ukuran baik buruk atau benar salah
menurut pengertian umum, melainkan berdasar ukuran longgar atau tidaknya
norma dan nilai sosial masyarakat
2. Penyalahgunaan peran, otoritas kekuasaan dan status yang dimiliki oleh seseorang kelompok tertentu di masyarakat yang seluruhnya menjadi contoh yang baik, tetapi melakukan tindakan penyalahgunaan dengan mengabaikan norma
3. Psikologis
menjelaskan
sebab terjadinya penyimpangan ada kaitannya dengan kepribadian yang
memiliki kecenderungan untuk melakukan penyimpangan
4. Kurangnya kontrol sosial atau pengawasan terhadap pelaksanaan norma dan nilai yang berlaku di masyarakat
Masalah sosial dalam masyarakat modern dapat dikaji dengan teori
interaksionalisme simbolik Herbert Blumer. Individu dalam
interaksionisme simbolik Blumer dapat dilihat pada tiga premis yang
diajukan yaitu pertama, manusia bertindak terhadap sesuatu berdasarkan makna-makna yang ada pada sesuatu itu pada mereka. Kedua, makna tersebut berasal dari orang lain. Ketiga, makna-manka
tersebut disempurnakan pada saat proses interaksi itu berlangsung.
Sebagaimana yang dinyatakan oleh Blumer “bagi seseorang makna dari
sesuatu berasal dari cara-cara orang lain bertindak terhadapnya dalam
kaitannya dengan sesuatu itu”. Akibat dari tindakan itu maka orang lain
akan memberikan batasan pada sesuatu yang berasal dari interaksi itu. 3. Kesimpulan
Pemuda
merupakan harapan bangsa, pemuda penentu kehidupan masa depan suatu
bangsa, semakin baik kualitas generasi muda secara otomatis akan menjadi
semakin baik suatu bangsa atau negara. Masalah pokok yang sangat
menonjol dewasa ini, adalah kaburnya nilai-nilai di mata generasi muda.
Mereka dihadapkan kepada berbagai kontradiksi dan aneka ragam pengalaman
moral, yang menjadikan mereka bingung untuk memilih mana yang baik
untuk diri mereka. Hal ini nampak jelas pada mereka yang sedang berada
pada usia remaja, terutama pada mereka yang hidup di kota-kota besar
Indonesia, yang mencoba mengembangkan diri ke arah kehidupan yang
disangka maju dan modern, dimana berkecamuk aneka ragam kebudayaan asing
yang masuk seolah-olah tanpa saringan (filter).
Sikap
orang dewasa yang megejar kemajuan lahiriah tanpa mengindahkan
nilai-nilai moral yang bersumber dari agama yang dianutnya, menyebabkan
generasi muda kebingungan dalam bergaul, karena apa yang dipelajarinya
di sekolah bertentangan dengan apa yang dialaminya dalam masyarakat,
bahkan mungkin bertolak-belakangan dengan apa yang dilakukan oleh kedua
orang tuanya sendiri di rumah.
4. Saran
Seandainya kita segera dapat menyadari bahaya
yang terjadi itu dan dapat mengambil langkah-langkah positif kearah pembinaan
kehidupan moral dan agama secara sungguh-sungguh, mudah-mudahan akan dapatlah
terselamatkan Generasi Muda kita dari kehancuran dan tujuan pembangunan kita
dapat tercapai.
Langganan:
Postingan (Atom)
