Senin, 06 Juli 2026

FIRST MEET

Pada malam itu saya dan teman - teman sedang nongkrong di suatu tempat makan di daerah tebet, tapi di tengah obrolan yang sangat seru dan asik ini saya meminta untuk di kenalkan oleh salah satu perempuan. Kemudian ada salah satu teman yang memperkenalkan satu perempuan kepada saya, dan perempuan ini ternyata satu kantor dengan teman nongkrong saya pada malam hari itu. Saya dikasih liat Instagram nama perempuan tersebut, dan kemudian dengan jempol yang sok berani ini saya mem follow akun Instagram perempuan itu. jam sudah menunjukan pukul 1 malam dan kami langsung bergegas untuk pulang.

Di esok harinya ada notif instagram masuk ke handphone saya dengan notif yang berbunyi kalau akun Instagram saya sudah di accept dan di follow back oleh perempuan tersebut. Disitu saya bingung apa yang harus saya lakukan. Setelah berselang 2 hari kami follow followan di instagram akhirnya saya mem beranikan diri untuk nge DM perempuan tersebut, dan saya pun kaget ternyata perempuan ini membalas DM saya. Dari situlah kami memulai suatu conversation melalui DM Instagram.

Kami cukup aktif chat di DM setiap hari, sampai ada titik dimana saya tiba tiba berani untuk meminta nomor Whatsapp dia melalui DM, memang dia tidak kasih nomor Whatsapp nya ke saya melainkan dia yang meminta nomor saya dan hasilnya pun dia duluan yang chat saya melalui Whatsapp setelah saya kasih nomor saya ke dia. Dari situ lah kami pun memulai conversation yang baru melalui Whatsapp.

Hari demi hari kami semakin intens chat, hari demi hari pun saya sangat menunggu nunggu notif Whatsapp dari dia. Tapi ada dimana saya merasakan titik jenuh pada saat chat, mungkin emang karena dia yang terlalu low respon untuk bales chat saya. Dan dia pun orang yang menurut saya terlalu cuek. Setiap hari saya harus memikirkan topik apa yang harus kita bahas melalui chat. Sampai dimana saya mau menyerah untuk mengejar dia.

Tapi hati saya mengatakan tidak boleh menyerah untuk mengejar seseorang yang kita ingin kejar, dari situ saya memberanikan diri saya untuk mengirimkan 1 kopi yang mungkin menurut saya dia suka. Saya sempat tanya dengan teman saya alamat kantor mereka bekerja. Dan ya saya dapat alamat kantor dia kerja dan pada hari itu juga saya kirimkan minuman ke dia. Pada saat itu saya cukup senang karena kopi saya di terima dengan baik dengan dia.

Setiap malam entah kenapa saya selalu memikirkan dia, padahal saya tau dia cuek ke saya dan dia orangnya pun yg low respon pada saat chat. Kemudian ada dimana hari dia sakit dan tidak masuk kerja pada hari itu. Respon saya pun kaget dan gelisah mendengar dia sakit, saya ingin sekali ada di dekat dengan dia setiap hari tapi sekali lagi saya sadar kalau saya bukan siapa siapa. Dan di hari itu pun dia sempat menghilang saat saya chat, tapi ya memang begitulah dia. Tapi saya tau memang kalau dia lagi sakit mungkin butuh istirahat yang cukup. Dan kemudian akhirnya dia pun balas chat saya dan dia mengakui kalau memang lagi sakit dan hari itu pun saya lega karena dia bales chat saya. Saya tidak tau harus apa pada hari itu, saya hanya sekedar mengingatkan untuk dia ber istriahat yang cukup.

Di keesokan harinya pun dia sudah mulai masuk kerja kembali, padahal saya sudah bilang sama dia untuk tidak masuk kerja dulu 1 hari lagi karena untuk men stabilkan kondisi badan dia. Tapi ya itulah dia, dia orang yang bertanggung jawab atas pekerjaannya. Saya bangga. Disitu pun saya tidak tinggal diam, saya melakukan mungkin yang menurut saya ini adalah keputusan yang tepat. Saya memesankan jus dan salad buah ke dia untuk sebagai cemilan. Dia pun menerima, so thankyouu kamu sudah mau minum jus dan makan salad dari saya.

Hari demi hari pun kami jalani sebagai teman yang selalu support setiap pagi dan malam, saya selalu tanya kabar dia bagaimana hari ini dan seterusnya. Dan ada dimana saya kembali nongkrong lagi dengan teman - teman saya, pada saat itu kami semua main ke daerah bogor yang dimana dia memang tinggal di daerah sana.

Dengan sengaja hape saya di ambil oleh temen saya untuk foto dan video untuk memberi tahu bahwa kita semua lagi main di bogor. Dan respon dia pun yang mungkin menurut saya sedikit terkejut kenapa kita bisa main sampai ke bogor dan tidak ada kabar kalau mau main kesana. Iya memang saya pun tidak memberi tahu dia kalau saya sedang main ke bogor karena dia pun juga memang sedang tidak ada di rumah pada saat itu. Saya sengaja memancing chat ke dia untuk next time kita atur waktu dan main lagi ke daerah bogor. Jawaban dia pun oke untuk kita atur waktu, dan saya pun langsung to the point untuk mengajak dia main di hari sabtu tanggal 4 juli. Dan dia mauuu. Disitu saya pun rasanya senang sekalii.

Dari situ hari demi hari pun berlanjut seperti biasa, tetapi sudah saat mendekati tanggal tersebut hati saya cukup deg deg an dan tidak bisa berkata apa apa. Setiap malam saya pun kepikiran tentang kapan hari itu terjadi. Dan ya hari itu pun datang. Jujur saya sangat excited untuk bertemu dengan dia.

Akhirnyaaa yang di tunggu tunggu telah tiba. Saya mempersiapkan diri saya, mental saya untuk bertemu dengan dia. Jujur saya pun sampai bingung outfit apa yang saya gunakan di hari itu. Tetapi ya itu saya harus pede dengan apa yang saya punya, tapi beda dengan kendaraan. Saya sempat ada barter untuk kendaraan karena jujur saya tidak pede untuk menaiki kendaraan yang saya punya. Disitu lah saya sangat ber terima kasih dengan teman saya karena mau untuk kita barter kendaraan.

Sore pun tiba, saya segera siap siap untuk menjemput dia. Tapi ya memang karena satu dan lain hal saya cukup telat untuk sampai di rumahnya. Karena memang kami sebelumnya sudah janjian untuk pergi itu kira kira sekitar pukul 4 sore. Dan saya sampai di rumahnya dia itu sekitar pukul 5 sore. Memang itu terlalu telattt, dan saya juga sudah meminta maaf karena saya telat untuk datang.

Kami pun bergegas pergi, dan tujuan pertama kami adalah ke salah satu mall yang ada di daerah sentul yaitu Aeon Mall. Setelah kami sampai di mall itu kami pun bingung mau kemana, tapi saya bilang ke dia untuk kamu bebas mau kemana, entah itu mau makan ataupun hanya sekedar minum. Dan dia pun sudah menemukan tempat untuk kami ngobrol secara intens di tempat itu. Pilihan dia untuk tempat kita ngobrol itu adalah ada dimana satu food court disitu pun dia memesan minum saja dan saya pun juga ikut untuk memesan apa yang dia pesan. Dan disitu pun kami membangun chemistry, kami banyak ngobrol dan dia pun orangnya sangat asik sekali jika di ajak ngobrol secara langsung. Setelah selesai kami ngobrol, kami hendak melakukan kewajiban agama yaitu sholat. Saya pun kagum dengan dia karena dia begitu taat dengan sholatnya. Setelah selesai sholat saya pun menawarkan dia apakah ada yang di beli di mall tersebut, dan dia memang sedang mau mencari parfum yang biasanya di taro di dalam tas. Disitu saya sebagai seorang laki - laki tidak tinggal diam, pada saat dia hendak mau membayar saya sigap untuk membelikan dia parfum tersebut. Alasan saya membelikan dia parfum itu sebagai hadiah ulang tahun dia, karena memang sebelumnya dia sempat berulang tahun di tanggal 12 Juni.

Kemudian setelah selesai dia belanja parfum kita hendak mau ke tempat yang memang sebenarnya saya sudah rencanakan untuk pergi ke sana sama dia. Kita pun menuju parkiran mobil dan disitu pun kita sempat memutari parkiran karena saya pun juga lupa kalau mobil saya parkir dimana HAHAHA. yak, dan akhirnya pun ketemu lah kita dengan mobil yang saya parkir. Ternyata memang harus turun satu lantai ke bawah, saya pun lupa dia pun juga lupa hahaha.

Akhirnyaa setelah kurang lebih 15 menit kami mencari mobil yang saya parkirkan dimana, kami pun keluar dari mall tersebut dan bergegas menuju tempat yang sudah saya rencanakan. Kami pun on the way kesana sudah cukup malam sekitar jam setengah 9 malam. Di jalan menuju cafe pun kami tidak berhenti untuk ngobrol. Memang benar kata teman saya dia tipikal orang yang suka sekali ber cerita, dan saya pun akan selalu menjadi pendengar yang baik.

Kami pun sampai di cafe tersebut, dan langsung memesan kopi dan cemilan untuk kami minum dan makan saat ngobrol kembali. Di dalam obrolan tersebut dia sempat menanyakan makanan dan minuman yang sangat tidak saya suka. Begitupun sebaliknya saya juga menanyakan hal yang sama. Dan kami ada beberapa makanan yang kami suka dan tidak suka, begitu juga dengan minuman. Tetapi setelah kami ngobrol dengan waktu yang sangat lama, teman - teman saya pun sampai juga di cafe tersebut. Karena memang sebelumnya saya sudah izin ke dia juga untuk nanti ada teman saya yg mau datang juga ke cafe tersebut. Dia juga kenal kok dengan teman saya ini, dan dia pun juga berkenalan dengan teman - teman saya yang lain. Disitu pun kami berlanjut lagi ngobrol dan bercanda hingga larut malam sampai kami pun lupa dengan hal itu. Tapi saya juga sudah sempat bilang ke dia jika ingin pulang duluan kita pamit saja duluan ke teman - teman yang lain. Dan akhirnya kami pun pulang dari cafe tersebut itu sekitar jam 11 malam. Memang itu sebetulnya waktu yang sudah cukup malam, tapi entah kenapa saya sangat ingin terus sama dia dengan waktu yang cukup lama.

Dan akhirnya kita pun sampai di rumah dia lagi dengan selamat dan saya pun merasa bahagia sekali setelah mengantar dia pulang. Dia pun ber pamitan dengan saya dan ya kita akhirnya berpisah pada malam hari itu. Perasaan saya pada malam hari itu benar benar sangat senang sekaliii, berbeda dengan first meet saya sebelum kenal sama dia.

Dia pun chat saya untuk mengucapkan terima kasih, dan saya pun juga mengucapkan yang sama dia ucapkan ke saya. Dia bilang sama saya kabarin dia jika sudah sampai rumah. Dan setelah saya sampai di rumah saya pun langsung cepat untuk kabarin dia kalau saya sudah sampai di rumah dengan selamat. Dan ya itu memang waktu sudah larut malam jadi chat saya tidak di balas pada malem itu, dan di balas setelah pagi menjelang.

Saya pun mengucapkan dalam hati, terima kasih ya kamu sudah mau meluangkan waktu untuk ketemu dengan saya. Dan saya harap kita bisa bertemu kembali di lain waktu, karena saya juga berharap pertemuan kita akan terus berlanjut.