Selasa, 03 Mei 2016

Laporan Akhir

                LAPORAN AKHIR



Mata Praktikum        :  Algoritma & Pemrograman 2A
Kelas                          : 1IA11
Praktikum ke-            : 7
Tanggal                     : 25 April 2016
Materi                         : Database pada Visual Basic
NPM                           : 54415485
Nama                         : M. Aldi Putra P
Ketua Asisten           : Budhi Utama
Paraf Asisten                        :
Nama Asisten           :
Jumlah Lembar        : 11 Lembar



LABORATORIUM TEKNIK INFORMATIKA
        UNIVERSITAS GUNADARMA

                        2016

Contoh listing program LA dari LAB TI

Private Sub Command1_Click()
If Text1.Text = "Admin" And Text2.Text = "admin" Then
MsgBox "Halo...!!!", vbInformation, "Login"
Unload Me
Form2.Show
End If
End Sub

Private Sub Command1_Click()
Adodc1.Recordset.AddNew
Adodc1.Recordset!Kode_Matkul = Text1.Text
Adodc1.Recordset!Matkul = Text2.Text
Adodc1.Recordset!Dosen = Text3.Text
Text1.Text = " "
Text2.Text = " "
Text3.Text = " "
End Sub

Private Sub Command2_Click()
A = MsgBox("Data yang dipilih akan dihapus, Yakin?", vbYesNo, "Peringatan")
If A = vbYes Then
Adodc1.Recordset.Delete
End If
End Sub

Daily Activities


            I'll tell you about my daily life. First, I get up early and get ready for the morning prayers. After the prayer I rushed to ready showered and goes to campus. Before heading off to college I wanted to have breakfast first. Having had my breakfast ready to go to college. After arriving at the campus I immediately rushed to class if no course, if no I did not go to class. When it breaks me and my friends went straight to the restaurant for lunch. Having had lunch, I and my friends wanted to go to the mosque to perform midday prayers together. After midday prayers've done together, me and my friends wanted to go back to class.
Then after the course finished I and my friends to comes home because there is no more remaining subjects. Then after arriving home I hurried to approach a parent to give a greeting. After giving greetings to my parents rushed to play ball on the ground with my friend. Instantly I was getting dark and my friends house I stopped to play ball. Then I returned home.

Once you arrive at home, I rushed to take a shower and then perform maghrib prayer. After finishing the maghrib prayer, my family and want a rushed dinner. Once finished dinner, then I want to watchs tv in the room. Almost every night I often watchs TV to see the show. Then almost was late I rushed to sleep. Before going to bed I did not forget to charge the phone battery. After that I just go to sleep.

Kata - Kata Mutiara

Jangan memohon pada Tuhan tuk meringankan cobaan yang ada, berdoalah pada Tuhan tuk memberikanmu kekuatan tuk dapat melaluinya.
Hidup tak selalu seperti yang kamu mau. Hal baik dan buruk terjadi selalu, namun semua itu telah diatur Tuhan, dengan akhir yang indah.
Jangan terlalu pikirkan sendirimu, karena ada seseorang di luar sana yang sedang bertanya-tanya seperti apa rasanya bertemu denganmu.
Jangan tangisi mereka yang meninggalkanmu demi orang lain. Jika mereka cukup bodoh melepasmu, kamu harus cukup pintar melupakannya.
Setiap orang punya masalah. Lebih baik mencari solusi masalahmu dari pada membandingkan masalahmu dengan orang lain.
Kadang kamu bertemu seseorang yang sangat berarti dalam hidupmu hanya tuk menyadari pada akhirnya kamu harus melepaskannya.
Pikirkan apapun yang akan kamu ucapkan. Karena setiap ucapan yang keluar dari mulutmu, tak akan bisa kamu tarik kembali.
Cintai apapun yang ada didunia dengan sewajarnya. Karena apapun yang ada di dunia tak ada yang abadi.
Belajar memahami bahwa tak semua keinginan bisa terpenuhi, barangkali obat terbaik tuk mencegah kecewa dan sakit hati.
Jangan pernah menyepelekan apapun yang telah kamu miliki, karena mungkin yang kamu miliki itu sangat diinginkan oleh orang lain.
Selalu lakukan kebaikan dengan cara terbaik. Karena dengan cara itulah kedamaian akan tercipta.
Ikhlas menerima kesalahan, dan belajar dar setiap kesalahan, karena itu yang akan menjadikanmu kuat dalam menjalani kehidupan.
Lakukan apapun dengan tepat, bukan hanya cepat. Keberhasilan tak bisa dihalangi jika yang kamu lakukan telah tepat.
Hidup tak pernah lepas dari masalah, karena masalah adalah salah satu cara Tuhan menjadikanmu pribadi yg lebih kuat dan dewasa.
Tak ada kata terlambat tuk berubah. Masa lalu hanyalah pendewasaan dirimu. Hidupmu tak ditentukan oleh orang lain tapi kamu!
Ketika kamu jatuh, jangan tetap di bawah. Jatuh bukan berarti kalah, itu hanya berarti kamu harus bangkit dan kembali mencoba.
Jangan salahkan dirimu atas keputusan yg salah. Setiap orang membuatnya. Jadikan mereka pelajaran tuk keputusanmu selanjutnya.
Didalam banyak bicara pasti ada pelanggaran, tetapi siapa yg menahan bibirnya, berakal budi.
Menertawakan masalah org lain itu mudah. Menertawakan masalah diri sendiri? Hanya org hebat yg bisa.
Jika kamu membiarkan rasa takut tumbuh lebih besar dari imanmu, maka kamu menghalangi impianmu menjadi kenyataan.
Tak perlu iri pada orang lain. Lihat apa yang kamu miliki sekarang, pikirkan apa yang telah dilakukan tuk dapatkannya. Bersyukurlah.
Hanya karena orang lain berbuat tidak baik kepada kita, bukan berarti kita harus membalasnya dengan cara yang sama.
Membenci hanya merugikan dirimu sendiri, karena sebagian besar orang yg kamu benci tak akan peduli dengan kebencianmu.
Untuk setiap manusia di dunia ini, Tuhan telah memberikan sesuatu yang mulia dan baik ke dalam hatinya. Selalu jaga hatimu.

Puisi Cinta Anak Teknik Informatika

Kamu datang disaat aku sedang Shut Down, Hybernate dan Standby
Saat kubuka Windows kamarku di pagi hari, aku melihat Screensaver wajahmu di awan.
Wajahmu cantik,
bagaikan di edit dengan Photoshop, Photoscape atau aplikasi grafis lainnya
Tak pernah mataku buffer memandangmu…
kulitmu Lembut bagaikan kulit Apple
terus menari di Opera dalam pikiranku..
Kamulah My Dreamweaver ku
Kamulah Oracle…
Kamu selalu Online di hatiku saat yang lain offline.
Saat baru Booting ku selalu mendoakanmu.
Aku adalah Spyware mu
Aku mencari tahu Favorites dan History mu
Aku melakukkan checkdisk dan diskclean up untukmu…
Kadang RAM-ku tak cukup kuat memikirkanmu,
kadang kau membuatku hang dan crashed,
Hardware ku selalu panas…
Kau adalah virus firstlove.exe yang menyerang ke seluruh tubuhku
Avira,AVG, Smadav ataupun antivirus terhebat sekalpun pun tak bisa me remove mu…
Kadang ku mau Format, bahkan install ulang diriku
agar aku bisa me remove mu dari hardisk ku
karena ku tak bisa uninstall ataupun delete kau.
karena kau sudah di Write-Protected di hatiku…
Dan data datamu sudah aku Back-up di otakku..

Maaf selama ini aku tak bisa directX mengungkapkan perasaanku padamu
aku tak bisa command prompt diriku..
sebagai gantinya, selama ini aku hanya mengirim spam saja padamu
atau hanya sinyal lewat wireless..
karena jadwal maintenance ku.
Aku tak bisa menekan CTRL+alt+Delete…
Karena Task manager has been disabled by administrator
Tapi kenapa jika kita bertemu aku selalu Not Responding…
Dengan melihatmu pikiranku langsung Ubuntu…
Padahal bahasa pemrograman kita sama,
Bahasa Java…

Tolong jangan Close this Program
Karena if you close this program you might lose information
Aku mohon Wait until this Program Responding.
Allow access this Program
Atau Turn off Firewall mu.
Hatiku ini Open Sources…
Aku ingin Upload hatiku untukmu dan Download hatimu untukku
Aku yakin suatu saat nanti kita akan menjadi suatu Embedded System..
Dan kita bisa Plug and Play…
Aku berjanji tak akan mempartisi Disk ku untuk yang lain.
Aku ingin diriku ini kau Bookmark
Dan kau jadikan My Favorites…
Di Server ini…

Senin, 21 Maret 2016

MAKALAH ILMU BUDAYA DASAR



“MANUSIA DAN KEADILAN”
Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah
Ilmu Budaya Dasar




Kelompok : 3
Disusun  oleh :
Eduardus Nico                                 (52415107)
Farhan Hamdi Bahfen                        (52415503)
Muhammad Aldi Putra Pratama          (54415485)
Muhammad Raihan Albab                  (54415726)
Oktaviani Ella Karlina                        (55415265)




BAB I
PENDAHULUAN



A. Latar Belakang

             Sejarah telah mengungkapkan bahwa Pancasila adalah jiwa seluruh rakyat Indonesia, yang memberi kekuatan hidup kepada bangsa Indonesia serta membimbingnya dalam mengejar kehidupan lahir batin yang makin baik, di dalam masyarakat Indonesia yang adil dan makmur. Namun di Indonesia masih banyak sekali tindak ketidakadilan, baik dalam lingkup Pemerintahan, ataupun dalam masyarakat sekitar. Ini terjadi karena unsur kesengajaan atau pun tidak disengaja, yang menunjukan rendahnya kesadaran manusia akan suatu nilai keadilan. Ketidakadilan terjadi juga karena konsep keadilan yang tidak diterapkan secara benar, atau bisa dikatakan keadilan hanya milik orang kaya dan penguasa.




BAB II
ISI

A. Macam-Macam Keadilan

a) Keadilan Legal atau Keadilan Moral
Plato berpendapat bahwa keadilan dan hukum merupakan substansi rohani umum dari masyarakat yang membuat dan menjaga kesatuannya. Dalam suatu masyarakat yang adil setiap orang menjalankan pekerjaan yang menurut sifat dasarnya paling cocok baginya (Than man behind the gun). Pendapat Plato itu disebut keadilan moral, sedangkan Sunoto menyebutnya keadilan legal.

b)   Keadilan Distributif

Aristoles berpendapat bahwa keadilan akan terlaksana bilamana hal-hal yang sama diperlakukan secara sama dan hal-hal yang tidak sama secara tidak sama (justice is done when equals are treated equally) Sebagai contoh: Ali bekerja 10 tahun dan budi bekerja 5 tahun. Pada waktu diberikan hadiah harus dibedakan antara Ali dan Budi, yaitu perbedaan sesuai dengan lamanya bekerja. Andaikata Ali menerima Rp.100.000,-maka Budi harus menerima Rp. 50.000,-. Akan tetapi bila besar hadiah Ali dan Budi sama, justru hal tersebut tidak adil.

c)   Komutatif

Keadilan ini bertujuan memelihara ketertiban masyarakat dan kesejahteraan umum. Bagi Aristoteles pengertian keadilan itu merupakan asas pertalian dan ketertiban dalam masyarakat. Semua tindakan yang bercorak ujung ekstrim menjadikan ketidak adilan dan akan merusak atau bahkan menghancurkan pertalian dalam masyarakat.
Contoh :
Dr.Sukartono dipanggil seorang pasien, Yanti namanya, sebagai seorang dokter ia menjalankan tugasnya dengan baik. Sebaliknya Yanti menanggapi lebih baik lagi. Akibatnya, hubungan mereka berubah dari dokter dan pasien menjadi dua insan lain jenis saling mencintai. Bila dr. sukartono belum berkeluarga mungkin keadaan akan baik saja, ada keadilan komutatif. Akan tetapi karena dr. sukartono sudah berkeluarga, hubungan itu merusak situasi rumah tangga, bahkan akan menghancurkan rumah tangga. Karena Dr.Sukartono melalaikan kewajibannya sebagai suami, sedangkan Yanti merusak rumah tangga Dr.Sukartono.


B. Keadilan Sosial

Dengan sila keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, manusia Indonesia menyadari hak dan kewajiban yang sama untuk menciptakan keadilan sosial dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Dalam rangka ini dikembangkan perbuatannya yang luhur yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan gotong royong.Untuk itu dikembangkan sikap adil terhadap sesama, menjaga kesinambungan antara hak dan kewajiban serta menghormati hak-hak orang lain.
Nilai yang terkandung dalam sila keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia didasari dan dijiwai oleh sila Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab , Persatuan Indonesia, serta Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan atau Perwakilan. Dalam sila ke – 5 tersebut terkandung nilai- nilai yang merupakan tujuan Negara sebagai tujuan dalam hidup bersama. Keadilan tersebut didasari dan dijiwai oleh hakikat keadilan manusia yaitu keadilan dalam hubungan manusia dengan dirinya sendiri, manusia dengan manusia lain , manusia dengan masyarakat, bangsa dan negaranya serta hubungan manusia dengan Tuhannya.
Keadilan sosial bukan sekedar berbicara tentang keadilan dalam arti tegaknya peraturan perundang-undangan atau hukum, tetapi berbicara lebih luas tentang hak warga negara dalam sebuah negara. Keadilan sosial adalah keadaan dimana kekayaan dan sumber daya suatu negara di distribusikan secara adil kepada seluruh rakyat. Dalam konsep ini terkadung pengertian bahwa pemerintah dibentuk oleh rakyat untuk melayani kebutuhan seluruh rakyat, dan pemerintah yang tidak memenuhi kesejahteraan warga negaranya adalah pemerintah yang gagal dan tidak adil.
Dari perspektif keadilan sosial, keadilan hukum belum tentu adil. Misalnya menurut hukum setiap orang adalah sama, tetapi jika tidak ada keadilan sosial maka ketentuan ini bisa menimbulkan ketidakadilan. Misalnya, karena asas persamaan setiap warganegara setiap orang mendapatkan pelayanan listrik dengan harga yang sama. Tetapi karena adanya sistem kelas dalam masyarakat, orang kaya yang lebih bisa menikmatinya karena ia punya uang yang cukup untuk membayar, sedangkan orang miskin tidak atau sedikit sekali menikmatinya.


 


C. Perbuatan yang Perlu Ditanam Agar Terciptanya Keadilan Sosial 



1.) Perbuatan yang luhur mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan
2.) Sikap adil terhadap sesama, menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban serta menghormati hak-hak orang lain.
3.) Sikap suka memberi pertolongan kepada orang yang memerlukan
4.) Sikap suka bekerja keras
5.) Tidak melakukan perbuatan yang merugikan kepentingan orang lain
6.) Bersama-sama mewujudkan kemajuan yang merata dan berkeadilan sosial
7.) Sikap menghargai hasil karya orang lain yang bermamfaat untuk mencapai kemajuan dan kesehjatraan bersama
  


D. Hal-hal yang perlu diperhatikan agar terciptanya Keadilan Sosial



1.) Pemerataan pemenuhan kebutuhan pokok rakyat banyak khusus nya pangan , sandang dan papan
2.) Pemerataan memperoleh pendidikan dan pelayanan kesehatan
3.) Pemerataan pembagian pendapatan
4.) Pemerataan kesempatan kerja
5.) Pemerataan kesempatan berusaha
6.) Pemerataan kesempatan berpatisipasi dalam pembangunan khusunya bagi generasi muda dan kaum wanita
7.) Pemerataan penyebaran pembangunan di seluruh wilayah tanah air
8.) Pemerataan kesempatan memperoleh keadilan



BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Pancasila adalah pandangan hidup bangsa dan dasar negara Republik Indonesia. Pancasila juga merupakan sumber kejiwaan masyarakat dan negara Republik Indonesia. Maka manusia Indonesia menjadikan pengamalan Pancasila sebagai perjuangan utama dalam kehidupan kemasyarakatan dan kehidupan kenegaraan. Oleh karena itu pengalamannya harus dimulai dari setiap warga negara Indonesia, setiap penyelenggara negara yang secara meluas akan berkembang menjadi pengalaman Pancasila oleh setiap lembaga kenegaraan dan lembaga kemasyarakatan, baik dipusat maupun di daerah.

Keadilan itu adalah pengakuan dan pelakuan yang seimbang antara hak-hak dan kewajiban. Keadilan terletak pada keharmonisan menuntut hak dan menjalankan kewajiban. Atau dalam kata laen, keadilah adalah keadaan jiwa setiap orang memperoleh apa yang menjadi haknya dan setiap orang memperoleh bagian yang sama dari kekayaan bersama.

B. Saran


            Kita sebagai warga negara indonesia yang menjadikan Pancasila sebagai dasar negara, harus lebih mengamalkan pancasila dalam kehidupan sehari hari, terutama dalam masalah keadilan sosial.  Kita juga harus menghargai hak-hak milik orang lain.




SUMBER :
 
-  Prof. Abdulkadir Muhammad, S.H., 2011. Ilmu Sosial Dasar Umum. Bandung: Citra Aditya Bakti
-  Widyo Nugroho dan Achmad muchji. 1994. Seri diktat kuliah Ilmu Budaya Dasar. Jakarta: Gunadarma.
-  Buku MKDU Ilmu Budaya Dasar Oleh : Widyo Nugroho, Achmad Muchji Penerbit Gunadarma

Senin, 04 Januari 2016

Perbedaan antara Masyarakat Perkotaan dan Masyarakat Pedesaan

1. Latar Belakang

          Masyarakat (yang diterjemahkan dari istilah society) adalah sekelompok orang yang membentuk sebuah sistem semi tertutup atau sebaliknya, dimana kebanyakan interaksi adalah antara individu-individu yang terdapat dalam kelompok tersebut. Kata "masyarakat" berakar dari bahasa Arab, masyarakah. Arti yang lebih luasnya, sebuah masyarakat adalah suatu jaringan hubungan-hubungan antar entitas-entitas. Masyarakat adalah sebuah kelompok atau komunitas yang interdependen atau individu yang saling bergantung antara yang satu dengan lainnya. Pada umumnya sebutan masyarakat dipakai untuk mengacu sekelompok individu yang hidup bersama dalam satu komunitas yang teratur.
          Pada kesempatan ini kita akan membahas tentang perbedaan antara Masyarakat Kota dan Masyarakat Pedesaan.

2. Analisa

     A. Masyarakat Pedesaan

               Secara awam masyarakat desa sering diartikan sebagai masyarakat tradisional dari masyarakat primitif (sederhana). Namun pandangan tersebut sebetulnya kurang tepat, karena masyarakat desa adalah masyarakat yang tinggal di suatu kawasan, wilayah, teritorial tertentu yang disebut desa. Sedangkan masyarakat tradisional adalah masyarakat. yang penguasaan ipteknya rendah sehingga hidupnya masih sederhana dan belum kompleks. Memang tidak dapat dipungkiri masyarakat desa di negara sedang berkembang seperti Indonesia, ukurannya terdapat pada masyarakat desa yaitu bersifat tradisional dan hidupnya masih sederhana, karena desa-desa di Indonesia pada umumnya jauh dari pengaruh budaya asing/luar yang dapat mempengaruhi perubahan-perubahan pola hidupnya.
Adapun ciri-ciri masyarakat desa antara lain :

  1. Anggota komunitas kecil.
  2. Hubungan antar individu bersifat kekeluargaan.
  3. Sistem kepemimpinan informal.
  4. Ketergantungan terhadap alam tinggi.
  5. Religius magis artinya sangat baik menjaga lingkungan dan menjaga jarak dengan penciptanya, cara yang ditempuh antara lain melaksanakan ritual pada masa-masa yang dianggap penting, misalnya saat kelahiran, khitanan, kematian, syukuran pada masa panen, bersih desa, dan sebagainya.
  6. Rasa solidaritas dan gotong royong tinggi.
  7. Kontrol sosial antara warga kuat.
  8. Hubungan antara pemimpin dengan warganya bersifat informal.
  9. Pembagian kerja tidak tegas, karena belum terjadi spesialisasi pekerjaan.
  10. Patuh terhadap nilai-nilai dan norma yang berlaku di desanya (tradisi).
  11. Tingkat mobilitas sosialnya rendah.
  12. Penghidupan utama adalah petani.

     B. Masyarakat Perkotaan

               Membahas masyarakat perkotaan sebetulnya tidak dapat dipisahkan dengan masyarakat desa karena antara desa dengan kota ada hubungan konsentrasi penduduk dengan gejala-gejala sosial yang dinamakan urbanisasi, yaitu perpindahan penduduk dari desa ke kota. Masyarakat perkotaan merupakan masyarakat urban dari berbagai asal/desa yang bersifat heterogen dan majemuk karena terdiri dari berbagai jenis pekerjaan/keahlian dan datang dari berbagai ras, etnis, dan agama.
               Mereka datang ke kota dengan berbagai kepentingan dan melihat kota sebagai tempat yang memiliki stimulus (rangsangan) untuk mewujudkan keinginan. Maka tidaklah aneh apabila kehidupan di kota diwarnai oleh sikap yang individualistis karena mereka memiliki kepentingan yang beragam. Lahan pemukiman di kota relatif sempit dibandingkan di desa karena jumlah penduduknya yang relatif besar maka mata pencaharian yang cocok adalah di sektor formal seperti pegawai negeri, pegawai swasta dan di sektor non-formal seperti pedagang, bidang jasa dan sebagainya. Sektor pertanian kurang tepat dikerjakan di kota karena luas lahan menjadi masalah apabila ada yang bertani maka dilakukan secara hidroponik. Kondisi kota membentuk pola perilaku yang berbeda dengan di desa, yaitu serba praktis dan realistis.
Ciri-ciri masyarakat kota (urban) antara lain :

  1. Kehidupan keagamaan berkurang, karena cara berpikir yang rasional dan cenderung sekuler.
  2. Sikap mandiri yang kuat dan tidak terlalu tergantung pada orang lain sehingga cenderung individualistis.
  3. Pembagian kerja sangat jelas dan tegas berdasarkan tingkat kemampuan/ keahlian.
  4. Hubungan antar individu bersifat formal dan interaksi antar warga berdasarkan kepentingan.
  5. Sangat menghargai waktu sehingga perlu adanya perencanaan yang matang.
  6. Masyarakat cenderung terbuka terhadap perubahan didaerah tertentu (slum).
  7. Tingkat pertumbuhan penduduknya sangat tinggi.
  8. Kontrol sosial antar warga relatif rendah.
  9. Kehidupan bersifat non agraris dan menuju kepada spesialisasi keterampilan.
  10. Mobilitas sosialnya sangat tinggi karena penduduknya bersifat dinamis, memanfaatkan waktu dan kesempatan, kreatif, dan inovatif.

     C. Perbedaan Dari Berbagai Segi

               1. Segi Agama
                        Masyarakat pedesaan dikenal sangat religious. Artinya, dalam keseharian mereka taat menjalankan ibadah agamanya. Secara kolektif, mereka juga mengaktualisasi diri ke dalam kegiatan budaya yang bernuansa keagamaan. Misalnya tahlilan, rajaban, jumat kliwon, dan lain-lain.
                   Sedangkan Kehidupan keagamaan di kota berkurang, kadangkala tidak terlalu dipikirkan karena memang kehidupan yang cenderung kearah keduniaan saja.
               2. Segi Sosial
                        Masyarakat desa sangat mengutamakan social life nya. Mereka bergotong royong melakukan hal tanpa ada unsur uang/materi. Namun karena masyarakat kota yang syarat akan materi jadi segala sesuatu yang dilakukan atas dasar materi untuk kepentingan diri sendiri.
               3. Segi Lingkungan Alam
                        Masyarakat pedesaan berhubungan kuat dengan alam, disebabkan oleh lokasi geografinya di daerah desa. Penduduk yang tinggal di desa akan banyak ditentukan oleh kepercayaan-kepercayaan dan hukum-hukum alam, seperti dalam pola berpikir dan falsafah hidupnya. Berbeda dengan penduduk yang tinggal di kota, yang kehidupannya “bebas” dari realitas alam.
               4. Segi Pekerjaan
                        Pada umumnya atau kebanyakan mata pencaharian daerah pedesaan adalah bertani dan berdagang sebagai pekerjaan sekunder. Namun di masyarakat perkotaan, mata pencaharian cenderung menjadi terspesialisasi, dan spesialisasi itu sendiri dapat dikembangkan.
               5. Segi Kepadatan Penduduk
                        Penduduk desa kepadatannya lebih rendah bila dibandingkan dengan kepadatan penduduk kota. Kepadatan penduduk suatu komunitas kenaikannya berhubungan dengan klasifikasi dari kota itu sendiri.
               6, Segi Homogenitas dan Heterogenitas
                        Homogenitas atau persamaan dalam ciri-ciri sosial dan psikologis, bahasa, kepercayaan, adat-istiadat, dan perilaku sering nampak pada masyarakat pedesaan bila dibandingkan dengan masyarakat perkotaan. Di kota sebaliknya, penduduk heterogen terdiri dari orang-orang dengan macam-macam sub-kultur dan kesenangan, kebudayaan, dan mata pencaharian.
Untuk lebih jelasnya dan memudahkan memahami tentang perbedaan masyarkat desa dan masyarakat kota ini dapat kita lihat dalam tabel dibawah ini :
TABEL PERBEDAAN MASYARAKAT PEDESAAN DAN MASYARAKAT PERKOTAAN
NO
ASPEK
MASYARAKAT PEDESAAN
MASYARAKAT PERKOTAAN
1.
Lingkungan dan orientasi terhadap alam
Kenyataan alam sangat menunjang kehidupan
Cenderung bebas dari kenyataan alam
2.
Pekerjaan/ mata pencaharian
Yang menonjol adalah bertani, nelayan, beternak
Beraneka ragam dan terspesialisasi
3.
Ukuran komunitas
Lebih kecil dengan tingkat kepadatan rendah
Lebih besar dan kompleks dengan tingkat kepadatan tinggi
4.
Homogenitas/ heterogenitas
Homogenitas dalam ciri-ciri sosial, kepercayaan, bahasa, adat istiadat.
Heterogenitas dalam ciri-ciri sosial, kebudayaan, pekerjaan, dll.
5.
Pelapisan sosial
Ukuran pada kepemilikan tanah, kepercayaan, bahasa, adat istiadat
Ukuran pada kekayaan materi, tingkat pendidikan, Kesenjangan sosial relatif besar.
6.
Mobilitas Sosial
Relatif kecil karena masyarakat homogen
Relatif besar karena masyarakat heterogen
7.
Interaksi Sosial
Bentuk umum adalah kerjasama konflik sedapat mungkin dihindari, cenderung bersifat informal
Bentuk umum adalah persaingan, karena motif ekonomi, cenderung bersifat formal.
8.
Pengawasan Sosial
Kualitas pribadi tentukan oleh kejujuran, kebangsawanan dan pengalaman
Kualitas pribadi lebih ditentukan oleh sistem hirarki dan birokrasi
9.
Pola Kepemimpinan
Kualitas pribadi ditentukan oleh kejujuran, kebangsawanan, dan pengalaman
Kualitas pribadi lebih ditentukan oleh sistem hirarki dan birokrasi
10.
Solidaritas Sosial
Solidaritas sangat tinggi tampak dalam gotong-royong, musyawarah dalam berbagai macam kegiatan
Solidaritas masih berorientasi pada kepentingan tertentu.
11.
Nilai dan sistem Nilai
Cenderung memegang teguh nilai agama, etika, dan moral
Cenderung berorientasi pada ekonomi dan pendidikan.

     D. Aspek Positif dan Negatif

          Aspek Positif :
  • Penduduk desa kebanyakan beranggapan bahwa di kota banyak pekerjaan dan lebih mudah untuk mendapatkan penghasilan.
  • Di kota lebih banyak kesempatan untuk mengembangkan usaha kerajinan rumah menjadi industri kerajinan.
  • Pendidikan terutama pendidikan lanjutan, lebih banyak di kota dan lebih mudah didapat.
  • Kota dianggap mempunyai tingkat kebudayaan yang lebih tinggi dan merupakan tempat pergaulan dengan segala macam kultur manusianya.
  • Kota memberi kesempatan untuk menghindarkan diri dari kontrol sosial yang ketat atau untuk mengangkat diri dari posisi sosial yang rendah.
          Aspek Negatif :
  • Bertambahnya penduduk sehingga tidak seimbang dengan persediaan lahan pertanian.
  • Terdesaknya kerajinan rumah di desa oleh produksi industri modern.
  • Penduduk desa, terutama kaum muda, merasa tertekan oleh oleh adat istiadat yang ketat sehingga mengakibatkan suatu cara hidup yang monoton.
  • Di desa tidak banyak kesempatan untuk menambah ilmu pengetahuan.
  • Kegagalan panen yang disebabkan oleh berbagai hal, seperti banjir, serangan hama, kemarau panjang, dan sebagainya. Sehingga memaksa penduduk desa untuk mencari penghidupan lain di kota.
3. Kesimpulan 
 Masyarakat pedesaan adalah sekelompok orang yang mendiami suatu wilayah dan mempunyai hubungan yang erat serta perasaan yang sama terhadap adat kebiasaan yang ada dan menunjukkan adanya kekeluargaan, seperti gotong royong dan tolong-menolong. Masyarakat pedesaan mencari mata pencaharian dengan cara bertani di sawah atau di ladang, di desa belum mengenal teknologi canggih yang telah ada di zaman modern.
Sedangkan masyarakat perkotaan merupakan suatu himpunan penduduk yang bertempat tinggal di dalam pusat kegiatan ekonomi, pemerintahan kesenian, ilmu pengetahuan dan sebagainya. Masyarakat kota mencari mata pencahariannya rata-rata menggunakan tekhnologi yang canggih, seperti menggunakan tenaga mesin, komputer dan lain-lain
4.Saran
Masyarakat pedesaan merupakan wilayah yang masih agraris dan lingkungannya yang masih alamiyah, oleh karena itu sebaiknya kealamian lingkungan tersebut harus tetap terjaga sebab lingkungan yang masih alami memiliki udara yang sejuk. Selain itu, masyarakat desa juga memiliki rasa persaudaraan yang erat, sebaiknya penduduk desa selalu menjaga kerukunan bersama.
Masyarakat kota yang modern dengan berbagai alat tekhnologi yang canggih, alangkah baiknya jika memanfaatkan alat-alat tersebut dengan baik tanpa ada penyalahgunaan. Seperti penyalah gunaan pada internet, sehingga banyak terjadi suatu kejadian yang tidak diinginkan.

Sumber :
http://silentsirenkevin.blogspot.co.id/2015/11/perbedaan-antara-masyarakat-perkotaan.html
http://citrarhmdn.blogspot.co.id/2015/01/perbedaan-masyarakat-perkotaan-dan.html
http://visiuniversal.blogspot.co.id/2014/12/pengertian-dan-perbedaan-masyarakat.html
http://kumpulantugassekolahnyarakabintang.blogspot.co.id/2014/11/perbedaan-masyarakat-desa-dan.html
http://gebbygebs15.blogspot.co.id/2015/01/masyarakat-di-kota-dan-di-desa.html